Belajar Al-Qur’an di usia senja adalah perjalanan pulang yang penuh cahaya. Di saat rambut mulai memutih dan langkah tak lagi secepat dulu, justru hati semakin rindu untuk mendekat kepada Allah. Tidak ada kata terlambat, karena hidayah selalu datang tepat waktu bagi siapa pun yang mencarinya.
Di usia yang matang, setiap huruf yang dieja terasa lebih dalam. Setiap ayat yang dilafalkan menjadi doa, dan setiap halaman yang dibuka seperti membuka kembali pintu-pintu ketenangan. Meski tangan mungkin bergetar dan ingatan tak sekuat masa muda, semangat untuk memperbaiki diri menjadi kekuatan yang mengagumkan.
Belajar Al-Qur’an di usia senja bukan sekadar mengejar bacaan yang lancar, tetapi merawat jiwa. Ia adalah bukti bahwa hati yang hidup selalu ingin dekat dengan Tuhannya. Dan setiap langkah kecil dalam belajar, sekecil apa pun, tercatat sebagai amal yang sangat dicintai Allah.
Karena Al-Qur’an tidak hanya untuk yang muda dan kuat — Al-Qur’an adalah sahabat bagi siapa pun yang ingin kembali kepada cahaya, sampai kapan pun usia seseorang.
Komentar (1)
Tinggalkan Komentar
Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *